Kemenag Bali menutup Pesantren Kilat

Generasi Hafidz Quran

Hasil pembinaan Generus PPG Bali

Pesantren-kilat-PPG-Generus-baliDewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali menggelar Pesantran Kilat Liburan Sekolah SMP-SMU. Kegiatan yang  bertema “mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang” tersebut digelar dari tanggal 13 sampai 19 juni 2011 dengan diikuti 155 peserta usia SMP dan SMA dan ditutup oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali yang dalam hal ini diwakili oleh Kabid Binmas Islam Kementerian Agama Provinsi Bali H. Mudzakkir SAg, MPdI.

Menariknya acara tersebut diawali dengan menampilkan Qiro’ah dari dua peserta yang sudah hafidz Al Qur’an sebanyak dua Juz, Akbar dan Roihan yang ternyata masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar. Baca lebih lanjut

Iklan

Metode Tilawaty Quran resmi ditutup MUI Bali

Tilawaty Quran Generus Bali

ketua-mui-bali-saat-menutup-tilawaty-ldii-bali

Ketua MUI Bali secara resmi menutup pelatihan metode tilawaty Quran oleh LDII Bali.

Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII Provinsi Bali menggelar Pelatihan Metode Tilawati.

Kegiatan berkonsep asrama yang dilakukan selama tiga hari itu ditutup oleh Ketua MUI Provinsi Bali KH. M. Taufiq As’adi S.Ag dengan peserta para da’i dan pengurus LDII serta masyarakat umum.Pembina Program Tilawati, Ustad H. Khoiruddin, SPd.I mengatakan Generasi muda Indonesia dalam survey tahun 1990 yang bisa membaca Alqur’an berkisar 75%, maka untuk meningkatkannya perlu pembinaan dengan metode baca Qur’an yang menarik serta dengan program gerakan ”M5A” yaitu Membaca, Menulis, Memahami, Mengamalkan serta Memasyarakatkan Al Qur’an. Baca lebih lanjut

Bacaan Qiro’ah Sab’ah dibuka Ketua MUI Bali

Tujuh Macam Bacaan Quran

qiroah-sabah-7Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali menggelar Pengajian Khataman Qiro’atus sab’ah atau membaca Ayat suci Al Qur’an dengan tujuh cara baca untuk pertama kali di Wilayah Bali. Kegiatan ini digagas sebagai bentuk upaya mendalami bacaan Al Qur’an yang memang memiliki keragaman bacaan. Ajang pengajian ini dilaksanakan mulai tanggal 13 April hingga 19 April di Gedung Serbaguna LDII, Hadir dalam acara tersebut sejumlah Ulama MUI Bali, MUI Denpasar, tokoh dari Ormas Islam serta Pengurus LDII se-Bali. Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Provinsi Bali K.H. Hasan Ali, BA. menyatakan dukungannya kepada Ulama LDII untuk terus mengembangkan Ilmu Bacaan serta ma’na Al Qur’an, salah satunya bacan Qiro’atus sab’ah yang memang terbilang masih jarang dipelajari, namun demikian Beliau berpesan agar perbedaan bacaan Al Qur’an janganlah dijadikan untuk memicu konflik atau perpecahan internal. Sebab meskipun berbeda cara membaca tetapi makna dan arti yang terkandung dalam Al Qur’an tidak berubah. Dalam sejarahnya Al Qur’an itu diturunkan dengan tujuh bacaan adalah untuk memudahkan umat Nabi Muhammad, yang terdiri atas berbagai suku sehingga ada perbedaan lesan dan dialeknya. Baca lebih lanjut